so Guys... mari cintai negara dan kebudayaan kita!! :)
diving


























Sebentar lagi pesta demokrasi di Indonesia akan digelar, setiap partai politik gencar untuk berkampanye mempromosikan dirinya begitu juga sebagian warga negara Indonesia yang mengambil bagian dalam pesta demokrasi tersebut, mereka adalah calon legislatif (caleg) yang sedang berlomba-lomba cari simpati rakyat. dengan begitu banyaknya daftar calon legislatif yang lolos seleksi akan membuat pemilih bingung, terlebih lagi kalau kita tidak mengenal siapa sosok yang akan kita pilih, apakah anda bingung seperti saya??
jika iya, saya memiliki tips yang akan saya share dengan teman-teman, dimana tips ini saya dapatkan ketika saya membaca opini dari seseorang yang bernama Anwariansyah mengenai kiat dalam memilih caleg. saya rasa sayang rasanya bila artikel ini hanya saya simpan sendiri tanpa di share ke teman-teman semua.
Tentukan kriteria atas caleg pilihan Anda
Apa kriteria Anda atas diri caleg yang akan Anda pilih ? Kecerdasan, integritas dan loyalitas terhadap masyarakat, prestasi kerja, akhlak dan budi pekerti atau hanya ketampanan, kerapian berpakaian dan kecakapan berbicara ?
Untuk memudahkan Anda, saya akan membantu menyederhanakan kriteria tersebut dalam tiga hal :
1.Potensi
2.Prestasi
3.Visi dan misi.
1. Potensi pribadi caleg
Kenalkah Anda sebagai pemilih dengan caleg yang Anda dukung ? Teman, tetangga atau kerabat dekat. Atau sekedar dikenalkan oleh orang lain dan meminta kesediaan Anda untuk turut mendukung ?
Hindarkan sejauh mungkin alasan memilih karena permintaan pihak tertentu karena itu sama halnya Anda sudah “diperkosa” oleh kepentingan tersembunyi dari orang yang meminta tersebut. Belajarlah menjadi pemilih yang cerdas dengan belajar untuk mencari tahu, mengenal lebih jauh atau kalau perlu mempelajari secara seksama calon yang akan Anda dukung.
Hal pertama yang patut Anda ketahui adalah potensi apa yang ada pada caleg tersebut sehingga Anda patut memilihnya. Potensi tersebut bisa berupa :
-kecerdasan
-akhlak atau budi pekerti (agama)
-pengendalian emosi
-kematangan berpikir
-kreativitas
-inovatif
-kekayaan
-kedermawanan dan kepedulian sosial
-dan lain-lainnya.
Bagaimana cara Anda mengetahui semua potensi-potensi itu. Ikuti perkembangan kehidupannya pribadi orang itu, keluarganya, pekerjaaan, pertemanannya dan lain-lain. Gunakan sumber informasi dari teman-teman atau kerabatnya, atau dari beberapa media yang pernah memuat tulisan-tulisannya, berita-berita aktivitasnya di organisasi masyarakat dan lain-lainnya. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sampai Anda cukup yakin bahwa potensi caleg Anda adalah yang terbaik menurut Anda, baik kecerdasan maupun akhlak dan budi pekertinya.
2. Prestasi kerja dan peran di masyarakat.
Caleg yang Anda dukung seharusnya adalah seorang yang bukan hanya piawai dalam berbicara, tapi juga pandai pekerja dan menghasilkan prestasi yang bermanfaat. Maka kumpulkan informasi tentang prestasinya selama ini. Apakah ia merupakan anggota organisasi masyarakat yang aktif dan berperan penting, atau sekedar penggembira dan nebeng nama saja. Kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah digelutinya untuk kepentingan masyakarakat. Juga bagaimana prestasi kerja di ruang lingkup profesinya. Apa kedudukannya, bagaimana loyalitasnya terhadap pekerjaannya, kedisiplinan kerjanya dan juga bagaimana sikap-sikap kepemimpinan yang ada dalam dirinya.
Tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana prestasinya dalam membina rumah tangga (seandainya dia sudah berkeluarga). Keberhasilan seseorang dalam membina sebuah organisasi terkecil seperti rumah tangga bisa diproyeksikan dalam menentukan keberhasilannya dalam membina organisasi yang lebih besar lagi.
3. Visi dan kemampuan melihat ke depan serta misi yang diembannya
Yang dimaksud visi dan kemampuan melihat ke depan adalah kemampuan seorang caleg memproyeksikan faktor-faktor potensi dan prestasi di dalam dirinya serta potensi-potensi alam dan masyarakat di lingkungan daerahnya dalam sebuah pandangan akan masa depan daerah beserta upaya-upaya untuk mencapainya.
Pemilih bisa menilai kemampuan ini dengan langsung membaca tulisan-tulisan si caleg di media, mendengar orasinya atau mengadakan diskusi secara langsung dengannya. Gali kemampuan berpikir ke depan dari caleg yang Anda dukung dan ujilah kemampuan analisa dan prediksinya. Tanyakan kepadanya pendapat mengenai permasalahan yang sudah terjadi dan cara menanggulanginya, juga korek kemampuan berpikir ke depannya dan ide-idenya tentang bentuk pembangunan daerah atau nasional yang dicita-citakannya.
Dan terakhir tanyakan apa misinya sehingga berani mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dan upaya-upaya apa yang sudah dan akan dilakukan untuk mewujudkan visi dan misinya seperti tersebut di atas.
Jangan membeli kucing dalam karung
Peribahasa ini sering diungkapkan dengan maksud agar kita jangan memilih sesuatu tanpa pengetahuan sedikitpun tentang apa atau siapa yang dipilih. Kecerdasan dan sedikit upaya keras harus dimiliki seorang pemilih sebelum menjatuhkan pilihannya. Atau dengan kata lain, seorang pemilih dituntut memiliki kecerdasan untuk menentukan apakah caleg pilihannya masuk dalam kriteria yang dikehendakinya.
Pada dasarnya pendidikan politik yang benar adalah mendidik masyarakat pemilih menjadi pemilih yang cerdas, cermat, teliti dan bertanggung jawab. Cerdas menilai caleg pilihannya, cermat menentukan kriteria-kriteria si caleg, teliti terhadap hal-hal buruk yang terdapat dalam diri si caleg, dan bertanggung jawab seandainya si caleg di kemudian hari ternyata tidak seperti yang diharapkannya dengan cara tetap memberikan kritik, masukan dan saran.
Jangan pilih caleg yang sekedar “anak mami”, caleg “pelacur” dan caleg “bandit”.
Dari daftar caleg yang sudah ada terdapat beberapa caleg yang ternyata hanya merupakan caleg “anak mami” alias menjadi caleg karena kebetulan orang tua atau saudaranya sudah menjadi anggota dewan, pejabat, pengurus partai atau tokoh berpengaruh di daerah atau nasional, tanpa pernah terlihat prestasi nyatanya di tengah masyakarat dan untuk kepentingan rakyat banyak.
Ada juga caleg-caleg oportunis yang tidak jelas pretasinya tapi hanya mengandalkan tampang, kekayaan, dan penampilan yang elite. Caleg seperti ini tidak ada bedanya dengan pelacur yang menjual diri dengan mengandalkan kelebihan fisik untuk mendapatkan keuntungan materi di saat terpilih nanti.
Namun ada yang lebih berbahaya lagi, yakni caleg-caleg “tua” atau sudah pernah duduk sebagai anggota dewan dan sudah jelas-jelas tidak bekerja dengan baik dan suka petantang-petenteng di tengah rakyatnya dan suka makan uang suap. Tipe begini adalah caleg “bandit” yang seharusnya sudah dihukum.
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10914&post=1
semoga artikel ini bisa menjawab keraguan teman-teman dalam memilih pada pemilu nanti... :)
Anak bangsa... itulah nama saya pada blog ini. sebagai anak bangsa yang cinta akan tanah airnya... sebagai anak bangsa yang bangga akan kekayaan alam dan budaya Indonesia dan sebagai anak bangsa yang menghargai perjuangan para pahlawan saya mengajak teman-teman semua untuk berbagi informasi, opini dan inspirasi mengenai negara yang kita cintai ini. saya bukanlah seorang penulis handal, saya adalah seorang mahasiswa berumur 21 tahun, sama seperti teman-teman atau bahkan saya lebih muda dari anda. walaupun begitu saya memiliki semangat juang dan jiwa patriotisme yang tinggi, kecintaan saya terhadap Indonesia begitu dalam. saya ingin Indonesia menjadi lebih baik dari kemarin dan sekarang, anak bangsa ini sudah bosan mendengar sebutan negara yang sedang berkembang untuk bumi pertwi ini, sudah 63 tahun kita merdeka dari penjajahan kolonialisme akan tetapi sebutan negara berkembang untuk Indonesia masih melekat. anak bangsa ini sudah bosan mendengar sebutan itu, anak bangsa iri dengan negara kecil di seberang pulau sumatera yang saat ini lebih maju di banding negara kita tercinta.
Anak bangsa ini jadi teringat ketika duduk di bangku sekolah dasar, ibu guru selalu bilang bahwa negara ikita merupakan macan Asia, negara kita adalah penggagas perdamaian dunia yakni KTT Non Blok yang diprakarsi oleh Ir. Soekarno presiden pertama kita, Indonesia adalah pusat pendidikan dimana negara tetangga seperti Malaysia berguru kepada Indonesia diberbagai bidang, mendengar cerita dari bu guru anak bangsa ini menjadi sangat bangga sekali akan Indonesia. dengan pikiran polos ala anak kecil setiap hari anak bangsa ini menyanyi lagu Indonesia Raya dan bercerita pada teman-teman kecilnya akan kehebatan negara kita, tapi sayang nya tidak mendapatkan apresiasi dari teman-teman kecil nya. pesimis bahkan acuh menanggapi opini-opini kecil si anak bangsa.
ketika mulai menginjak masa-masa remaja anak bangsa ini semakin cinta akan Indonesia, kebudayaan yang baragam menjadi salah satu daya tarik pada waktu itu. ibu guru pernah bilang bahwa "indonesia ini kaya akan kebudayaan, beraneka ragam suku, adat, ras, dan bahasa itu yang membuat kita beda dari bangsa lainnya", wah... anak bangsa semakin kagum akan keanekaragaman Indonesia pada waktu itu. melalui acara-acara wisata bahari di TV sudah cukup rasanya bagi anak bangsa ini untuk mengagumi kekayaan alam Indonesia, Bali, Bunaken, Pulau bangka, Danau Toba, Toraja, sungguh manakjubkan... walaupun anak bangsa ini belup pernah menginjakan kaki ke sana. mendengar cerita dari teman-teman yang sudah pernah kesana saja sudah cukup bagi anak bangsa ini, mendengar bahwa teman-temannya senang dan mengagumi pemandangan disana sudah membahagiakan anak bangsa ini.
di saat duduk di bangku SMA, mata dan pandangan anak bangsa mengenai kehidupan di Indonesia sudah semakin terbuka, kalau dulu anak bangsa ini hanya memandang Indonesia dari point of view anak-anak tapi sekarang sudah semakin jelas lah realita yang ada. ternyata dibalik keindahan panorama alam, keanekaragaman suku bangsa, kekayaan alam yang melimpah, dan kesuksesan sejarah dimasa lampau tidak membuat seluruh rakyat Indonesia sejahtera, kemiskian dan kelaparan, pengangguran hingga tingkat kriminalitas yang tinggi membuat anak bangsa ini semakin prihatin akan keadaan Indonesia. ironis memang dibalik kesuksesan sejarah masa lalu kita tidak mampu mempertahankan apa yang sudah ada dan meningkatkan menjadi lebih baik lagi, kenyataan nya kita mengalami kemunduran. Faktanya generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa banyak yag melalaikan kewajibannya sebagai seorang pelajar, banyak yang tidak peduli akan bangsanya, dan banyak yang tidak manghargai jasa pahlawannya. melalui blog ini, anak bangsa mengajak anda-anda sekalian sebagai generasi muda untuk mempersiapkan diri membuat indonesia lebih baik lagi.
Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli akan negara kita sendiri... let's prepare to change and say : "I love Indonesia!!!"